Liputan Acara Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 SMP LABSCHOOL JAKARTA
Liputan Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Nama: Muhammad Nadhif Abianto (25)
Kelas: 8B
Pendahuluan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menjadi momen penuh makna bagi umat Islam di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia yang memiliki tradisi dan kekayaan budaya yang begitu beragam. Setiap tahunnya, acara ini dilaksanakan dengan penuh suka cita, menandai lahirnya sosok manusia agung yang membawa risalah Islam dan cahaya kebenaran bagi seluruh umat manusia.
Di berbagai daerah, peringatan Maulid Nabi dikemas dengan beragam tradisi khas, mulai dari pengajian, ceramah agama, pembacaan shalawat, hingga penyajian berbagai hidangan tradisional. Tahun ini, salah satu kegiatan Maulid Nabi yang diselenggarakan di sebuah masjid besar di pusat kota menjadi sorotan karena rangkaian acaranya yang meriah sekaligus khidmat. Liputan ini akan mengulas secara mendalam suasana kegiatan tersebut, mulai dari persiapan, jalannya acara, hingga refleksi nilai yang bisa diambil.
Persiapan yang Penuh Semangat
Sejak beberapa minggu sebelum pelaksanaan, panitia yang terdiri dari pengurus masjid, pemuda remaja masjid, serta tokoh masyarakat sudah mulai melakukan berbagai persiapan. Rapat-rapat kecil digelar untuk membahas konsep acara, undangan penceramah, dekorasi masjid, hingga pembagian tugas konsumsi.
Dekorasi masjid dipenuhi dengan nuansa islami. Lampu hias dipasang di setiap sudut, sementara kaligrafi berisi ayat-ayat Al-Qur’an serta shalawat Nabi menghiasi dinding dan mimbar utama. Panitia ibu-ibu juga tak ketinggalan, mereka menyiapkan berbagai jenis hidangan khas Maulid yang nantinya akan dibagikan kepada para jamaah.
“Ini bukan hanya acara rutin, tapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan umat,” ujar Ketua Panitia Maulid, H. Abdullah, saat ditemui sehari sebelum acara. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kunci keberhasilan acara ini, sebab seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif.
Shalawat dan Marhabanan
Bagian yang paling ditunggu dalam acara Maulid adalah lantunan shalawat dan marhabanan. Hadrah dari grup rebana lokal tampil membawakan berbagai shalawat yang menggema memenuhi masjid. Jamaah pun larut dalam suasana spiritual, ikut bershalawat bersama dengan penuh penghayatan.
Suara rebana berpadu dengan lantunan shalawat menciptakan nuansa yang menggetarkan hati. Beberapa jamaah terlihat menitikkan air mata ketika nama Rasulullah SAW disebut berulang kali dengan penuh kecintaan. Momen ini menjadi pengingat betapa besar rasa rindu umat Islam kepada sosok Nabi Muhammad SAW, meski tidak pernah bertemu secara langsung.
Ceramah Hikmah Maulid
Puncak acara adalah tausiah atau ceramah yang dibawakan oleh Ustadz KH. Ahmad Syafii, seorang ulama karismatik yang sengaja diundang untuk memberikan pencerahan. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan makna penting Maulid Nabi sebagai momentum introspeksi diri.
Ustadz Ahmad menekankan bahwa peringatan Maulid bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga momen untuk menghidupkan kembali ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Beliau mengutip sebuah hadis: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Dari sini, umat Islam diingatkan untuk menjadikan akhlak Nabi sebagai pedoman utama dalam berinteraksi, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun di dunia kerja.
Beliau juga menyoroti tantangan umat Islam di era modern, khususnya generasi muda yang rentan terhadap pengaruh negatif media sosial. “Meneladani Rasulullah berarti menjaga diri dari sifat buruk, memuliakan orang lain, serta menjaga keseimbangan dunia dan akhirat,” tegasnya.
Ceramah ini berlangsung hampir satu jam, namun jamaah tetap mendengarkan dengan penuh antusias. Banyak di antara mereka yang mencatat poin-poin penting sebagai bekal pembelajaran.
Penutup: Makna Maulid bagi Kehidupan
Kegiatan Maulid Nabi bukan hanya seremonial tahunan, melainkan wadah spiritual untuk memperkuat keimanan dan mempererat silaturahmi antarumat. Dari lantunan shalawat, ceramah hikmah, hingga tradisi berbagi, semuanya mengandung pesan yang dalam tentang cinta kepada Rasulullah SAW dan ajarannya.
Dalam dunia modern yang penuh tantangan, meneladani akhlak Rasulullah menjadi semakin relevan. Nilai-nilai kejujuran, kasih sayang, keadilan, dan kesederhanaan yang beliau ajarkan adalah pedoman universal yang tidak lekang oleh waktu. Peringatan Maulid Nabi mengingatkan umat Islam bahwa kebahagiaan sejati terletak pada mengikuti jejak Rasulullah, baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan sosial.
Acara Maulid Nabi tahun ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh imam masjid. Seluruh jamaah mengangkat tangan, memohon agar diberi keberkahan, kesehatan, serta kemampuan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Suasana haru menyelimuti masjid, seakan setiap hati bersatu dalam cinta yang tulus kepada Nabi Muhammad SAW.
Kesimpulan
Melalui liputan ini, kita dapat melihat bahwa kegiatan Maulid Nabi bukan hanya sebatas peringatan lahirnya Rasulullah, tetapi juga ajang pembelajaran, perenungan, dan perwujudan nilai kebersamaan. Suasana religius yang berpadu dengan tradisi budaya membuat acara ini semakin berkesan.
Semoga semangat Maulid Nabi terus hidup dalam hati setiap umat Islam, menjadi cahaya penerang dalam menghadapi kehidupan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat yang beragam.
Pelaksanaan Acara Maulid Nabi Muhammad SAW
Rangkaian Kegiatan dan Tujuan diadakannya Maulid Nabi
Laporan Kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Lokasi Peliputan: Hallma SMP Labschool Jakarta
Pada hari Jumat, 19 September 2025, OSIS SARVASATYA bekerja sama dengan ROHIS FAKHAIR SMP Labschool Jakarta menyelenggarakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara yang penuh makna ini diikuti oleh seluruh siswa dan siswi SMP Labschool Jakarta dan bertempat di halaman masjid (Hallma). Kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga 08.30 WIB dengan suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan.
Sesuai ketentuan, seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana muslim. Siswa putri tampil anggun dengan jilbab putih yang seragam, sementara siswa putra mengenakan pakaian rapi serta diperkenankan memakai peci, menambah kesan religius dan kekompakan dalam acara tersebut.
Sebelum memasuki inti kegiatan, seluruh peserta bersama-sama membaca Asmaul Husna sebanyak dua kali. Lantunan indah nama-nama Allah SWT yang dipimpin oleh perwakilan siswa dan siswi menciptakan suasana syahdu, sekaligus membuka hati dan pikiran agar acara berlangsung dengan penuh keberkahan.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh perwakilan Sie Humas & Kerohanian OSIS SARVASATYA, Yaitu Rae dan Syibilla yang menyampaikan sambutan pembuka sekaligus menegaskan tujuan kegiatan ini, yaitu mengingat dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an yang dibacakan oleh perwakilan ROHIS FAKHAIR, disusul dengan sari tilawah yang menyentuh hati. Suara merdu para pembaca menambah nuansa religius sekaligus mengingatkan hadirin pada pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Setelah itu, hadirin mendengarkan sambutan dari beberapa tokoh penting sekolah, yaitu:
1. dr. Evi Mariana, selaku Ketua POMG Periode 2025–2026,
2. Dr. Yati Suwartini, M.Pd., selaku Kepala SMP Labschool Jakarta,
3. Dr. M. Fakhruddin, M.Si., selaku Kepala BPS SMP Labschool Jakarta.
Masing-masing tokoh menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan keagamaan seperti ini terus dilestarikan, karena tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan kepemimpinan di kalangan siswa.
Sebagai penyegar suasana, perwakilan Angkatan 34 menampilkan persembahan lagu berjudul Rindu Muhammadku. Lagu ini dibawakan dengan penuh penghayatan, membuat suasana semakin khidmat dan menyentuh hati para peserta.
Memasuki inti acara, hadirin mendengarkan tausiyah dari Ustadz Dimas Adista dengan tema: Akhlak dan Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan di Era Digital. Ustadz Dimas menyampaikan ceramah dengan penuh semangat, diselingi humor yang segar sehingga suasana menjadi hangat, dapat semua menyimak namun tetap sarat akan makna.
Beliau mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, mulai dari masa kecil hingga diangkat menjadi Rasul, dengan penekanan khusus pada sifat kepemimpinan beliau yang bijaksana dan penuh teladan. Tidak lupa, Ustadz Dimas juga menyinggung peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah Islam, seperti Perang Uhud, Perang Badar, dan Perang Khandaq, yang menunjukkan keberanian serta strategi kepemimpinan Nabi. Para siswa terlihat sangat antusias, menyimak setiap nasihat dengan penuh perhatian.
Di akhir ceramahnya, Ustadz Dimas memberikan refleksi mendalam bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Menurut beliau, kepemimpinan tidak selalu berarti memimpin pasukan atau sebuah negara, melainkan dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri dengan baik—menjaga akhlak, disiplin, dan tanggung jawab di era digital yang penuh tantangan.
Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa SMP Labschool Jakarta mampu meneladani akhlak mulia serta kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di tengah perkembangan zaman yang serba modern.

muhammad nadhif inspiratif banget
ReplyDeletewowwwwww bagus banget bermanfaatttttttt
ReplyDeletejelek bgt
ReplyDeletey bermanfaat
ReplyDeletewoww
ReplyDeleteSangat menginspirasi, kreatif, dan informatif!
ReplyDeleteinformatif 👎
ReplyDeletesangat keren bro lanjutkan
ReplyDeletewah maulid alhamdulillah
ReplyDeletewow sangat keren bermanfaat dan mudah di pahami soalnya, bagus untuk bahan belajar
ReplyDeletebermanfaat banget artikelnya
ReplyDelete